Untuk
Mala.
Aku
bangga dengan semua hal yang sudah kita lalui bersama.
21
tahun, suka, duka, jatuh, bangun.
Kita
pernah salah arah dan berlinang air mata
Kita
pernah tertawa bersama karena jalan yang kita pilih benar adanya.
Mal,
Mungkin
terkadang kita sama egoisnya, sama-sama keras kepala.
Kita
bukan makhluk sempurna, suka tanpa sengaja membuat hati orang lain terluka.
Tapi
ingat ya, jangan lupa untuk memperbaikinya.
Cobalah terbuka dengan apa yang kamu rasakan,
Jangan
terus menjaga perasaan orang lain tapi kamu sendiri kesakitan.
Tak
ada salahnya, orang berhak tau apa yang kamu rasakan.
Agar
tidak bingung menghadapi kamu yang kekanakan.
Jangan
terus menganggap kesalahan adalah ulahmu,
kamu
juga punya hak menghakimi orang lain yang membuat sakit hatimu.
Tapi
jangan dendam, beri saja pengertian, agar orang itu tidak terus sembarangan.
Jalan
tidak selalu lurus, ada tikungan tajam, ada tanjakan, juga ada yang curam.
Tapi
selalu ada rambu yang mengingatkan, kan?
Tidak
perlu menyamakan langkahmu dengan orang lain, jalan pelan saja.
Nikmati
pemandangan yang ada.
Mal,
Terimakasih
sudah mau berjuang, terimakasih karena tidak menyerah padaku,
Terimakasih
sudah mau bangkit, terimakasih sudah mau belajar menjadi lebih baik.
Semua
keputusan yang kamu ambil selalu ada konsekuesi di dalamnya.
Jangan
takut, hadapilah. Karena aku yakin selalu ada rencana baik dari-Nya.
Sepertinya masih panjang tahun yang akan kita lewati bersama.
Apapun
ujungnya, semoga kita selalu bisa menguatkan, bisa saling mengingatkan.
Menjadi
Mala yang lebih baik, bisa mengurangi yang tidak baik.
Sudah ya,
Semangat
ya Mal, jangan mudah menyerah.
Tabik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar